31 Oktober, 2010

Grounding Kabel Mobil

Anda semua mungkin tahu bahwa semua kendaraan memiliki body Negatif Ground. Hal ini memungkinkan instalasi keseluruhan elektrikal melalui masa (negatif/ground) ke sasis (body/plat) kendaraan anda. Banyak orang menganggap remeh hal ini. Menganggap bahwa kabel ground sudah cukup dari bawaan standar pabrikan. Tidak memerlukan perawatan karena secara logika terpikir bahwa hal tersebut sudah dirancang sempurna dari sononya. Benar, tidak salah memang, tetapiii...... karena kendaraan digunakan baik di cuaca negara yang memiliki musin dingin maupun iklim tropis yang panas sangat mempengaruhi daya tahan kabel dan terminal dari grounding kabel tersebut. Korosi dan oksidasi cuaca sangat mempengaruhi kondisi kabel ground serta terminal yang ada pada kendaraan anda. Sering anda juga melihat bahwa kabel anda sudah berubah warna menjadi agak hijau, biru maupun kehitaman karena korosi dan oksidasi.
Secara standar semua pabrikan sudah merancang ukuran kabel ground sesuai pemakaian standard yang diperlukan kendaraan/mobil tersebut saat di buat/dirancang untuk produksi massal, baik jenis kabel maupun ukuran diameter kabel. Dengan berlalunya waktu dan cara perawatan kendaraan anda, termasuk kondisi dan situasi lingkungan tempat tinggal atau rute yang anda tempuh, ikut mempengaruhi kualitas kabel-kabel ground tersebut.
Terutama bila anda sebagai pemilik malas merawat/mencuci kendaraan setelah melewati kondisi jalanan yang becek, berlumpur, berdebu dan lingkungan korosif di daerah laut atau pertambangan. Jangankan melirik/melongok kabel ground, kabel aki atau kepala aki saja jarang ditengok. Belum lagi air radiator/reservoir yang jarang di cek isi nya. "Malas" dan masa bodoh adalah musuh yang sudah ada dalam diri tiap manusia.
Mobil-mobil jepang berbeda dengan kendaraan asal Eropa pada masa-masa 1970 an sampai dengan tahun 2005 an. Kebanyak perbedaan itu ada pada sensor-sensor yang sudah lama di adopsi pada kendaraan versi Eropa/Amerika yang lebih ketat dibanding negara Asia lainnya. Contohnya Evap dan EGR, dimana semua uap bensin harus dialirkan/dibakar melalui intake ke ruang bakar, tidak memperbolehkan uap beracun BBM di buang ke udara. Polutan menjadi dasar pemikiran orang barat sejak tahun akhir dekade 1960 an. Hal ini untuk membuat kondisi kota maupun negara tersebut menjadi ramah lingkungan. Isu pencemaran lingkungan sudah menjadi habit dan pola pemikiran para pakar/desainer kendaraan negara Barat seperti Amerika, Jerman, Inggris dan Swedia. Oleh karena itu mereka lebih maju beberapa langkah dibandingkan di Indonesia maupun negara Asia pada umumnya. Sejak tahun 2005 ke atas saya juga sudah melihat secara perlahan mulai diterapkannya teknologi sensor dan efisiensi engine pada kendaraan produksi Jepang/Asia yang di pasarkan di Indonesia. Ketatnya regulasi negara Barat membuat para produsen mobil Asia harus benar-benar mendesain polutan yang dihasilkan kendaraan secara maksimal sesuai regulasi negara importir yang akan dipasarkan di sana. Contoh jelasnya teliti/perhatikan konstruksi mesin Carry lama dengan Luxio/APV terakhir. Pasti berbeda jauh dengan adanya aplikasi tambahan Evap yang lebih environment friendly. Polutan  yang timbul harus diproses kembali ke mesin.
Poin utama yang harus di perhatikan baik--baik adalah, kendaraan rancangan negara Barat yang notabene memiliki musim dingin akan berbeda dengan kondisi di Asia, terutama Indonesia yang memiliki iklim Tropis. Beberapa parts maupun sistim mesin seharusnya menurut saya harus dilakukan sedikit rubahan atau penyesuaian. Misalnya untuk Transmisi otomatik yang harus ditambahkan pendingin Oil Cooler agar kinerjanya makin mantap dan memperpanjang usia gearbox transmisi anda. Panasnya iklim tropis ditambah hawa panas mesin dibalik kap mesin dan sikon jalanan yang macet parah makin mempercepat peningkatan panas dalam ruang mesin, alhasil makin memperpendek usia pakai komponen kendaraan tersebut. Misal selang2 Hose vakum akan makin cepat menjadi getas dan keras karena panas berlebihan. Belum lagi kabel2 dan soket terminal juga makin getas dikarenakannya. Kali ini saya akan membahas mengenai kabel ground saja khususnya.
Kendaraan versi luar negri makin membutuhkan perhatian pada kabel-kabel ground dan sensor-sensor mesin pada khususnya. Apalagi setelah produksi tahun 1997 yang sudah menerapkan teknologi scanner OBD 2 pada prosuksinya. Semakin canggih dengan OBD2 akan menerapkan banyak sensor2 elektrikal di kendaraan tersebut. Juga makin memperingan kerja maintenance dengan adanya scanner yang mampu membaca fault/kesalahan sistim mesin kendaraan tersebut berdasarkan standard error code yang sudah dibuat. Dengan berubahnya resistansi kabel dikarenakan faktor oksidasi dan usia dapat meningkatkan tahanan kabel, atau bahasa umumnya bisa menghambat arus dan tegangan kerja kabel. Contohnya bila kabel di aliri tegangan 12 volt maka harusnya pada saat diukur di ujung kabel juga harus 12 volt tepat tidak kurang maupun lebih. Tetapi karena faktor kualitas kabel (tebal diameter kabel serta bahan konduktor kabel) dan panjang kabel mempengaruhi transfer aliran arus yang dibutuhkan oleh beban, maka biasanya terjadi penurunan tegangan relatif kecil/sedikit dan bisa diabaikan. Misalnya terjadi penurunan hanya 100 milivolt atau 0,1 volt maka bisa dianggap normal. Coba hitung 0,1 volt terhadap 12 volt maka sudah terjadi penyimpangan (turun) sebesar 0,833 %.
Ingat bahwa sensor elektrikal mobil biasanya menerapkan tegangan kerja sebesar 5 volt, misalnya ECU, MAF (Mass Air Flow) dan TPS (Throttle Position Sensor). kehilangan 0,1 dalam tegangan 5 volt akan berdampak berbeda, hal ini sudah menurunkan tegangan kerja sebesar 2% ( 0,1 : 5). Paham maksudnya kan para pembaca.
Kalau parah maka error penurunan tegangan bisa di atas 1 volt. Hal ini makin parah dan bisa membuat kendaraan ngadat/mengalami error dalam menghitung output kerja komponen elektronik lainnya. Itu belumn termasuk instalasi kabel lampu utama (low and High beam) yang paling membutuhkan daya besar saat malam hari selain injector bensin (Fuel Injector). Redupnya lampu depan dan berkedipnya lampu panel dashboard saat menyalakan switch lampu jauh/Dim bisa memberi gambaran buruknya kinerja kabel ground dan kabel2 lainnya. Coba perhatikan hal tersebut khususnya bila anda memiliki kendaraan berusia di atas 5 tahun atau kendaraan di bawah tahun 2000 biasanya akan merasakan dampak tersebut. Kendaraan tugas berat atau High Performance juga membutuhkan kabel ground yang baik. Sebagai contoh anda memelihara mobil Mitsubishi Evo 9 yang sudah diubah mesinnya secara total menjadi High Performance Car dengan penerapan Turbo yang besar, Header custom, cam dan piston racing, fuel pump debit tinggi, injector high performance hingga di atas 500 cc/menit, piggyback dll akan mengharuskan penambahn kapasitas kabel yang besar juga. Karena Arus yang diperlukan juga makin besar. Sebagai contoh mobil versi standard dengan injector 200 cc/menit bisa memiliki resistansi di atas 14 s/d 17 ohm dan membutuhkn daya arus hanya 0,7 ampere saja per buah, sedangkan injector high performance bisa mengalirkan bensin hingga di atas 500 cc/menit guna mengail tenaga di atas 800 hp, resistansi Fuel Injector High performance ini bisa mencapai 1-3 ohm per buah dan membutuhkan daya arus sekitar 6 ampere per buah. Jadi kalau ada 4 injector dikali 6 Ampere = 24 Amper  keperluan arus kontinu untuk injector saja. Misal mobil 6 silinder x 0,7 Amp = 4,2 Ampere saja. kebutuhannya. Lihat perbedaan signifikan kebutuhan Arus tersebut dari standard injector ke kapasitas  injector besar High Perf. Jadi penggantian suatu parts harus di sesuaikan pada parts yang lain juga sehingga setiap ubahan/modifikasi akan selaras serta menghasilkan output yang sesuai, tidak terhambat di salah satu bagian intinya. Mungkin timbul pertanyaan, misalnya : Apakah mobil standard saya Volvo S90 yang tidak dilakukan perubahan apapun tetapi buatan tahun 1997 juga membutuhkan penambahan kabel ground ini ?
Jawabannya YA, karena usia dan sensitifitas sensor2 mobil Volvo asli Swedia yang membutuhkan ground yang banyak dan mumpuni guna mensuplai seluruh jaringan komponen elektriknya dan akan terasa bedanya setelah aplikasi kabel ground tambahan tersebut.
Solusi paling mudah dalam mengantispiasi penurunan kabel ground ini hanya dengan menambahkan kabel ground high performance yang sudah teruji layak selama 5 tahun lebih oleh kami. Kabel yang ground yang baik harus dapat menyalurkan arus (I) di atas 100 ampere, tahan panas, tidak mudah rusak karena instalasi/lekukan saat instalasi, bahan kawat tembaga murni bukan campuran besi, kualitas terminal ground dari tembaga asli bukan alumunium/besi dan memiliki ketebalan di atas 2 mm.
Kenapa dibutuhkan persyaratan tersebut?
1. Kualitas bahan selubung jaket kabel memegang peranan penting ketahanan kabel dari panas dan tekukan saat instalasi. Ingat panas udara di sektor mesin saat siang dan jalanan macet bisa mencapai di atas 65 derajat celcius. Diharapkan usia pakai kabel bisa mencapai di atas 20 tahun dan tidak mudah retak/getas.
2. Kualitas bahan serabut tembaga harus murni tidak dibuat dari campuran besi yang mudah teroksidasi dan berkarat dimakan usia dan cuaca ekstrim.
3. Usahakan menggunakan kualitas kabel ground yang baik dan memiliki level resistansi di bawah (kurang) dari 1 ohm per km panjang kabel atau kurang dari 0,001 ohm per meter kabel. Kabel jelek yang memiliki resistansi 0,1 ohm per meter dengan kabel bagus 0,001 ohm/M berbeda sangat drastis.
4. Kabel yang memiliki spek resistansi tinggi per meter akan lebih cepat panas dibandingkan sebaliknya.
5. Kualitas konektor ground harus dari bahan tembaga murni juga (bisa dari bahan tembaga di lapis coating nickel) dan memiliki ketebalan yang cukup paling tidak di atas 2 mm karena memegang peranan saat instalasi menggunakan baut 10,12 atau 14 biasanya. Ketebalan konektor ground penting karena permukaan atas akan menerima beban tekanan dan putaran baut yang kuat. Hal ini bisa menimbulkan luka/goresan dalam yang membuat konektor menjadi melengkung karena tekanan dan putaran baut. Lengkungan sangat buruk dalam hal koneksi karena permukaan yang rata dan terhimpit sempurna menjadi syarat mutlak menghantar koneksi aliran arus besar. Selain itu kekuatan pengencangan baut masa/ground sangat penting agar tekanan dari terminal ke body kendaraan sangat ketat dan terkoneksi dengan sempurna sehingga kualitas koneksi bisa 100%. Selain itu juga mencegah masuknya air dan kotoran di sela-sela antara terminal dan body/sasis yang mengakibatkan cepat terhambatnya aliran arus atau dengan kata lain resistansi/tahanan di terminal makin tinggi. Resistansi 0 adalah yang terbaik sehingga tidak ada hambatan apa pun.
Bila sudah melakukan upgrade penambahan Grounding kabel mobil yang simple dan mudah ini, saya yakin anda akan merasakan perbedaan signifikan atas performance mesin dari sisi stater pagi yang mudah, pembakaran lebih sempurna, keiritan bahan bakar, respon mesin yang halus, pengisian aki dari alternator yang lancar , stasioner  idle yang lebih mulus dan nyala lampu yang jelas lebih terang. Itulah beberapa kegunaan positif dari implikasi penambahan grounding kabel tanpa merubah kabel yang sudah ada.
Apakah pernah terpikir oleh anda apabila setiap mobil harus memakai kabel ground direct/langsung di setiap instalasi elektrik nya tersambung langsung ke kutub negatif aki (bukan ke bodi/sasis mobil), berapa banyak dan tebal jalinan kabel yang ada dibalik kap mesin mobil anda? Berapa biaya produksi dan keruwetan yang ditimbulkannya?

Kelanjutan gambar dan foto serta info lain memiliki kabel ground yang baik dapat anda baca di Upgrade Custom Ground Mobil
Apabila ada yang ingin menulis kritik maupun berbagi saran, kami persilahkan dengan senang hati.
Terima kasih.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Jangan Spam. isi komentar sesuai artikel.
Terima Kasih.